Minggu, 20 Januari 2013

HATIKU

20 January 2013 00.42

Hatiku.....
Seringkali aku tak mengerti arah tujuanmu...
Berulang kali kau tersayat oleh luka yang terus menerus dihujamkan oleh sekuntum mawar berduri pada jantungmu, namun pilihan yang kau ambil hanyalah satu, yaitu 'bertahan'.
Kadang aku heran, terbuat dari apa kamu?
Kau selalu memilih untuk tersakiti, padahal kau tahu betapa perihnya luka yang kau rasakan

Hatiku....
Aku tahu, memang sulit untukmu menentukan arah yang sebenarnya kau tuju.
Aku tahu kau telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyentuh kebahagiaan.
Aku tahu kau telah berulang kali mencoba berpaling dan menghindari duri yang sewaktu-waktu bisa menyayatmu lagi.
Dan aku pun tahu usaha kerasmu dalam mencoba membuka pintumu, agar ada hawa lain yang bisa merasuk ke dalam sukmamu.

Hatiku....
Dan lagi-lagi aku belum juga bisa mengerti.
Disaat kau telah membuat satu keputusan untuk pergi meninggalkan mawar berduri itu, mengapa selalu saja ada yang seperti mengingatkanmu untuk jangan pernah meninggalkan mawar itu.
Aku tahu, mawar itu memang indah.
Tapi, dia tetap saja berduri.
Dan duri itu bisa kapan saja menggoreskan luka baru dalam tubuhmu.

Hatiku......
Aku ingin lebih menyayangimu.
Karena itulah aku ingin kamu pergi menjauh dari mawar itu.
Aku tak ingin kamu terluka lagi.
Tak sadarkah kamu sudah terlalu banyak bekas luka yang tergores di tubuhmu?
Dan beberapa dari luka itu, ku lihat masih ada yang menganga.
Luka itu masih membawa rasa perih ke dalam tubuhmu.

Hatiku.....
Aku tahu kamu kuat, tegar dan tak mudah menjadi layu.
Namun, aku mohon, berhentilah bersentuhan dengan mawar itu.
Mawar itu memang indah,
Namun, aku tak tega melihatmu selalu mengaharapkan mawar itu menjadi mekar dan meruntuhkan semua durinya.
Mawar itu memang pasti akan mekar suatu saat nanti.
Tapi, apa kau akan menghabiskan waktumu hanya untuk menunggunya mekar untukmu?
Ingatlah hatiku, walaupun dia mekar suatu saat nanti, belum tentu dia mau memberikan madunya untukmu.

Hatiku....
Lihatlah sekelilingmu....
Di sekitarmu, di sampingmu, begitu banyak bunga yang siap untuk bermekaran tanpa harus memberikan durinya untukmu.
Lihatlah melati disana.
Dia begitu putih, bersih, murni dan suci.
Seperti itulah seharusnya kau bisa mendapatkan kebahagiaanmu.

Hatiku....
Melati itu menunggu untuk bisa kau ambil madunya
Buka pintumu, agar madunya bisa mengalir dan memenuhi seluruh jiwamu
Hiruplah aromanya, kau pasti bisa merasakan wanginya lebih tulus bila dibandingkan dengan wangi yang kau rasakan dari sang mawar.
Itulah cinta sejatimu, hatiku...
Jangan biarkan pintumu tertutup terus menerus.
Agar kau bisa melihat bahwa disana begitu banyak melati yang lebih indah, lebih tulus dan lebih suci, yang menunggu untuk bisa mengetuk dan memasuki pintumu
Dan di balik pintu itu, kalian akan menemukan sinar kesejatian dalam asa dan masa depan.

Minggu, 22 Juli 2012



23 Juli 2011….
Aku terbangun dari tidur dengan perasaan yang lebih tenang dari yang ku duga.
Aneh!!!
Mengingat apa yang akan ku hadapi hari ini, kenapa hatiku masih bisa setenang ini???
Hanya rasa ikhlas dan pasrah yang ku rasakan saat ini.
Apapun yang terjadi hari ini, ku pasrahkan pada Tuhan.
Hanya satu yang ku minta, agar semua pengorbanan yang telah mereka lakukan untukku tak berakhir sia-sia.

Ku lihat wajahku dalam cermin..
Tuhan, aku pasrahkan semuanya padamu.
Ku harap wajah ini masih bisa memberikan senyuman dan kedamaian untuk orang-orang disekitarku.
Semoga tubuh ini masih berguna untuk membahagiakan orang-orang yang kusayangi.
Aku tersenyum dan ku langkahkan kakiku.

Ku lihat disekitarku.
Wajah-wajah orang yang kusayangi.
Orang-orang yang telah berjuang keras untukku.
Sekali lagi, aku tersenyum, berusaha memberi ketenangan pada mereka – terlebih pada diriku sendiri – bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Ku lihat wajah tua yang beberapa hari ini tak bisa menyembunyikan kekhawatiran di balik senyumnya.
Ayah, tenanglah!!! Aku akan baik-baik saja…
Satu per satu aku merasakan ciuman dan belaian kasih sayang dari orang-orang luar biasa itu.
Dan itu membuatku semakin yakin untuk menghadapi hari itu.

Suara roda terdengar di tengah-tengah bercampur baurnya pikiranku.
Sebentar lagi
Ya, sebentar lagi akan ku masuki ruangan itu.
Ruangan dengan nama yang sama dengan ruangan yang memberiku suatu kesedihan beberapa bulan yang lalu.
Dan kuharap ruangan ini tidak akan memberikan kesedihan yang sama seperti waktu itu.

Ketika pintu terbuka, ku lihat telah banyak orang menanti kehadiranku.
Mereka (lagi-lagi) tersenyum, seolah memberiku keyakinan bahwa aku bisa melewati semua ini.
Mereka berbicara banyak hal, namun aku tak begitu mendengar apa aja yang mereka katakan.
Pada intinya, aku tahu mereka ingin memberiku kekuatan.

Aku tersenyum, pasrah dengan apa yang mereka lakukan kemudian terhadapku.
Sampai kemudian aku tak merasakan apa-apa, dan terlelap.
*  * *
Ku buka mataku.
Sakit, kenapa sakit sekali tubuh ini???
Ku tatap sekelilingku dan ku lihat wajah-wajah baru tersenyum seperti merasakan kelegaan yang luar biasa.
Aduh, kenapa kepala ini berat sekali rasanya???
Apa yang mereka katakan??? Aku tak mengerti!!!
Ku tebarkan lagi pandanganku walaupun kepala dan seluruh tubuhku sulit sekali berkompromi untuk bisa ku ajak untuk lebih memfokuskan diri pada apa yang ada di sekitarku.

Yaa Tuhan…
Begitu banyak selang-selang dan berbagai peralatan medis ada di sekelilingku.
Ku coba menarik nafas, namun ternyata nafasku pun tak bisa ku ajak berkompromi.
Sulit sekali menghirup udara di sekelilingku sampai-sampai aku harus menggunakan alat bantu untuk bisa bernafas normal.

Ku lihat pintu terbuka.
Satu persatu ku lihat wajah-wajah yang melangkah masuk.
Ayahku, kakakku, dan di balik kaca ku lihat wajah sahabat-sahabatku memandangku dengan penuh kekhawatiran.
Aku tersenyum tipis untuk mengabarkan pada mereka aku baik-baik saja.

Kurasakan ciuman bertubi-tubi mendarat di keningku dan seketika itulah air mataku mengalir.
Yaa Tuhan, terima kasih.
Engkau masih memberikan aku kesempatan kedua.
Engkau masih memperbolehkan aku melihat wajah-wajah orang-orang yang kucintai.
Ku abaikan rasa sakit di seluruh tubuhku, dan hanya rasa syukur yang ku ekspresikan dengan derasnya air mata yang mengalir dari mataku.

23 Juli 2012
 Kini, setahun sudah kejadian itu berlalu.
Dan rasa syukur tak henti ku panjatkan atas kehidupanku.

Masa-masa setelah hari itu bukanlah masa yang mudah.
Setiap hari aku harus berjuang melawan rasa sakit dan hari-hariku dipenuhi dengan terapi-terapi yang sangat membosankan.
Di usiaku yang sudah menginjak 22 tahun, aku harus kembali belajar bagaimana cara berjalan, menggerakkan tangan, menggerakkan kaki, menoleh, duduk, dan bahkan cara bernafas.
Dengan gerak tubuhku yang masih terbatas waktu itu, aku berjuang melawan rasa sakit yang masih tersisa di tubuhku.
Ku coba melangkah sedikit demi sedikit.
Dari mulai aku hanya boleh melangkah tak lebih dari 5 menit, 10 menit, 15 menit dan kini aku bisa melangkah sejauh apapun aku mau.

Tuhan, sungguh besar anugerah-MU untukku.
Kau telah memberiku kekuatan untuk bisa hidup dengan normal.
Kau telah memberiku kekuatan untuk bisa berjuang dan memberikan kebahagiaan untuk orang-orang yang kucintai.

Kini, aku bisa sedikit demi sedikit mengurangi beban orang tuaku.
Aku bisa sedikit membalas pengorbanan mereka untukku.
Aku pun bisa menghadirkan kembali senyum ayahku yang sempat hilang.
Dan satu yang bisa membuatku merasa berguna,
Aku bisa membuktikan pada bidadariku di surga, bahwa aku mampu melewati semua ini.
Aku bisa membuat bidadariku di surga tersenyum lega melihat aku telah sembuh dari cengkraman penyakit itu.
Dan aku yakin, bidadariku di sana akan tersenyum bangga melihatku bisa berdiri tegak dan menatap masa depanku disini.

Rabu, 17 Agustus 2011

UNGKAPAN RASAKU

akhirnya aku bisa bernafas lega
salah satu fase terberat dalam hidupku akhirnya bisa ku lalui
hanya syukur yang teramat besar yang bisa kupanjatkan atas anugerah yang diberikan Tuhan padaku

operasi itu...
operasi yang mempertaruhkan nyawaku itu akhirnya bisa kulalui
Tuhan, begitu sayangnya Engkau kepadaku
tanpa kekuatanmu, aku nggak mungkin bisa melalui semua ini

aku bersyukur Ya Allah..
Engkau memberiku kesempatan di saat aku harus berhadapan dengan maut yang sempat ku pikir telah dekat
aku ingat Ya Allah ketika pertama kali aku harus menerima kenyataan bahwa ada kelainan di dalam tubuhku yang selalu 22 tahun ku anggap normal

waktu itu, semangatku baru saja kembali setelah aku sempat terpukul dengan kepergian ibu yang sangat tiba-tiba
aku begitu bersemangat untuk segera bisa mendapat pekerjaan agar aku nggak lagi bergantung pada orang tua

tapi, semua semangat itu hilang seketika ketika tiba-tiba vonis dokter itu datang
"jantung kamu cacat.."
"jika diibaratkan bibir, jantung kamu itu sumbing"
"jantung kamu cuma punya tiga ruangan"
"nggak ada sekat antara serambi kanan dan serambi kiri"
"jalan satu-satunya hanya dengan operasi"

Tuhan, cobaan apalagi ini???
belum hilang kesedihanku karena Kau telah memanggil ibuku
kenapa sekarang aku harus menerima kabar buruk lagi???

berhari-hari aku hanya diam
memikirkan vonis itu
berbagai pikiran buruk dan ketakutan muncul silih berganti di pikiranku
bagaimana kalau ternyata penyakit ini sudah parah???
bagaimana kalau operasinya gagal???
dan sederet pertanyaan menakutkan lainnya

satu-satunya yang bisa kulakukan saat itu hanyalah memperbanyak pembicaraanku dengan Tuhan
aku berkeluh kesah setiap hari
aku menangis sepanjang percakapanku dengan Tuhan
aku mengeluh, bertanya, memohon dan berharap padaNYA

ku minta jalan terbaik untuk semuanya
ku minta kekuatan atas apa yang terjadi di hidupku waktu itu
dan Tuhan Maha Baik..
sedikit demi sedikit aku semakin kuat
aku mulai bisa menerima kenyataan itu
aku yakin memang inilah jalanku
jalan yang terbaik yang harus ku lalui

Tuhan telah memilih waktu yang tepat untuk memberitahuku tentang apa yang terjadi di dalam tubuhku
jika aku tahu semua ini sebelumnya, mungkin aku nggak akan bisa sekuat sekarang
dan jika penyakit ini diketahui ketika ibu masih ada, aku nggak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan ibu

perlahan, aku mulai bisa menerima semua itu
namun, ternyata kekuatanku memang benar-benar diuji waktu itu
aku berinisiatif untuk mencari kemungkinan lain di dokter yang lain
aku berharap, vonis itu salah
tapi, di dokter yang kedua ini justru aku kembali diuji

dokter kedua ini bilang:
“ya..memang harus di operasi”
“tapi itu pun kalo masih bisa dioperasi ya”

Tuhan, haruskah ku terima kenyataan yang lebih pahit lagi???
kembali aku ke titik terendah kekuatanku setelah mendengar kata-kata dokter itu
dan pelarianku hanya satu “Berbicara Dengan Tuhan”
Alhamdulillah, semakin sering aku bicara dengan Tuhan, kekuatanku semakin bertambah

hingga suatu hari, salah satu kerabat menyarankan aku untuk berkonsultasi dengan dokter lain
katanya, dokter itu dokter terbaik di Jawa Timur
aku dating menemui dokter dengan membawa sedikit harapan
semoga ada hasil yang menggembirakan

dokter yang ketiga ini sangat baik
sangat berhati-hati menyampaikan penyakitku padaku
dan katanya aku memang harus operasi
lubang di jantungku memang sudah lebar, yang mengakibatkan tekanan di paru-paruku meningkat tajam
tapi, semua itu masih bisa disembuhkan
dan kemungkinan keberhasilannya lebih dari 90 %

Alhamdulillah….
aku sedikit lega
paling tidak, ada secercah harapan disana

dokter itu pun langsung menjadwalkan operasi “katerisasi” untuk menjaga kestabilan jantungku
untuk menjaga agar tekanan di paru-paruku tidak lagi bertambah

aku takut bukan main menghadapai “katerisasi” itu
aku menangis hebat ketika memasuki ruangan operasi
namun, entah mengapa ketika “katerisasi” akan dimulai tangisku berhenti walaupun aku hanya memakai bius lokal
selama operasi, aku tak henti-hentinya menyebut nama Allah, memohon kelancaran dan kekuatan

katerisasi itu berjalan kurang lebih selama 2 jam
dan ketika dokter bilang bahwa katerisasi telah selesai, lagi-lagi aku menangis
aku sangat bersyukur Tuhan telah memberiku kekuatan dan kelancaran

setelah katerisasi itu selesai, fokus kami sekeluarga berganti pada bagaimana mempersiapkan segala sesuatu untuk operasi yang sesungguhnya
operasi ini akan memakan dana yang nggak sedikit
dokter memberikan nominal 100 juta untuk operasi ini atau bahkan lebih

Tuhan, dari mana kami dapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat???
umur dari katerisasi ini hanya enam bulan
sebelum enam bulan, operasi itu harus sudah dilakukan

dan kembali aku bersyukur atas kebesaran Tuhan
ayahku, kakak-kakakku, semuanya berusaha keras untuk mendapatkan uang yang nggak sedikit itu
semuanya pontang-panting mencari peluang untuk mendapatkan uang
Tuhan, Engkau Maha Baik
telah Kau berikan keluarga yang begitu menyayangiku

aku hanya bisa menangis dalam hati
aku berjanji, aku harus cepat sembuh
biar aku bisa segera dapat pekerjaan dan membantu mereka untuk mengembalikan uang-uang yang telah mereka pinjam untuk kesembuhanku

aku selalu berdoa
Tuhan, jangan jadikan perjuangan seluruh keluargaku ini menjadi sia-sia
izinkan aku untuk membalas semua kebaikan dan kerja keras mereka setelah aku sembuh nanti
itu doa yang hampr tiap hari aku minta padaNYA

dan akhirnya hari itu pun tiba
23 Juli 2011 nggak akan pernah aku lupakan seumur hidupku
di tanggal itulah dokter menentukan kapan aku harus dioperasi

takut…
itu perasaan yang nggak bisa aku bohongi
namun, aku hanya bisa memasrahkan semuanya pada Tuhan
aku pasrah, dan aku memohon ketenangan hati agar aku bisa lebih tenang menghadapi hari itu

rupanya Tuhan kembali mengabulkan doaku
malam sebelum aku operasi, entah apa yang terjadi, aku sangat tenang
rasa takut itu memang masih ada
tapi, ketenangan perasaanku saat itu sangat diluar dugaanku
malam sebelum operasi itu pun, aku bisa tidur nyenyak

esoknya…
jam 7 pagi aku dipersiapkan menghadapi operasi di ruang ICU
ruang ICU memiliki kenangan tersendiri untukku

walaupun di rumah sakit yang berbeda, tapi di ruang ICU lah terakhir kalinya aku berbicara pada ibuku sebelum dia pergi
aku menangis…
takut…
gelisah…
dan semuanya..
bercampur jadi Saturday

jam 8 seluruh keluargaku dipanggil untuk berdoa bersama-sama
lagi-lagi aku menangis
ayah dan kakak-kakakku mencium keningku satu per Satu
aku janji, aku harus berjuang
demi mereka
demi ayahku
demi kakak-kakak dan adikku
dan demi ibuku di surga

setelah itu, aku nggak ingat apa-apa
sepertinya obat bius itu sudah mulai bekerja
aku tertidur

mataku terbuka karena mendengar suara para dokter membangunkanku
ku lihat mereka satu per satu
sempat ku lihat jam, waktu sudah menunjukkan jam 4 sore
Tuhan, ternyata sudah lama aku tertidur

kesadaranku belum pulih sepenuhnya
yang kulihat hanyalah tubuhku yang dipenuhi dengan selang-selang, entah untuk apa itu
dan aku kembali tertidur

aku sadar sepenuhnya tepat pukul 12 malam
kepalaku berputar
badanku seperti remuk
aku menangis, lagi
ku lihat begitu banyak alat-alat bantu kedokteran di sekitarku

perawat menyuruhku tidur lagi
tapi sejak aku mendapatkan kesadaranku sepenuhnya, aku tak bisa tidur nyenyak
dan aku selalu menangis ketika ku lihat keluargaku dating
hanya menangis
antara lega dan besyukur
hanya air mata yang bisa melukiskan perasaanku saat itu

syukurlah, semua alat-alat kedokteran yang menakutkan itu akhirnya dilepas dari tubuhku
di hari kedua setelah operasi, hanya infus  dan alat untuk melihat kadar oksigen di darah yang masih aku pakai
dan di hari ke-empat pasca operasi, aku dipindahkan di ruang perawatan

perkembanganku sangat bagus
di hari kelima aku sudah dilatih berjalan
kemudian bertahap menuruni tangga
kata dokter, aku kuat dan perkembanganku sangat pesat

di hari ke sepuluh pasca operasi akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit
sungguh aku bersyukur atas semua anugerah ini
rasanya, aku seperti mendapatkan kesempatan hidup yang kedua

Tuhan sangat menyayangiku
Tuhan Maha Baik
Tuhan telah memberiku kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi semua ini
dan sekarang, hamper satu bulan setelah operasi itu
keadaanku sudah sangat lebih baik
dan tak henti-hentinya aku bersyukur

semua yang ku alami mengajarkan aku berbagai hal
dengan lebih dekat dengan Tuhan, aku bisa lebih kuat dan dewasa menghadapi kenyataan yang nggak mudah ini
dengan selalu berfikir positif, kan selalu ada hasil yang baik
dengan selalu percaya dan yakin, aku pasti bisa melewati semua ini
dan ini semua mengajarkan aku untuk lebih menghargai hidup
mengajarkan aku untuk menjadi menusia yang lebih dewasa
dan tentunya, lebih dekat dengan Tuhan

teman, percayalah Tuhan selalu ada bersama kita
Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk kita
percayalah, Tuhan telah merencanakan sesuatu yang indah untuk hidup kita





Sabtu, 16 Juli 2011

SAKITKU

setahun yang lalu penantianku untuk bisa menyelesaikan studiku di perguruan tinggi akhirnya bisa terwujud
aku berhasil meraih gelar sarjana ekonomi dengan nilai yang cukup memuaskan
niatku saat itu, aku bisa cepet kerja dan gag lagi nyusahin orang tua

tapi, impian itu tertunda
sekitar dua bulan setelah aku lulus kuliah, ibuku pergi
itu merupakan pukulan yang cukup berat untukku dan seluruh keluargaku
terutama ayahku
ayahku yang selalu terlihat tegar jadi sering diam dan meneteskan air mata
perubahan itu membuatku berfikir bahwa aku nggak boleh terlihat sedih di depan ayahku
jika sampai ayahku melihatku menangis, dia pasti akan lebih sedih
sejak saat itu aku berusaha menguatkan hatiku agar tidak lagi meneteskan air mata di depan orang tua satu-satunya yang masih kumiliki

dan aku berhasil
perlahan, aku bisa semakin kuat
aku bisa menerima kenyataan itu
dan kepergian ibu telah mampu aku ikhlaskan

hanya doalah yang kini dibutuhkan ibu
bukan air mata,yang justru akan membuat ibu semakin sedih di sana

tapi ketegaranku luruh seketika di hari itu
hari dimana semua apa yang aku rencanakan di hidupku berubah
hari dimana aku harus menunda semua mimpi-mimpiku

awalnya aku bahagia karena saat itu aku telah diterima di sebuah perusahaan
semua persyaratan sudah aku penuhi
tapi semuanya nggak sesuai apa yang aku harapkan

di tes terakhir, tes kesehatan aku gagal
perusahaan tidak meloloskan aku menjadi salah satu pekerjanya
dan ketika aku tanya, perusahaan itu bilang ada yang nggak beres di paru-paruku
aku pun berinisiatif untuk memeriksakannya ke dokter

tapi, dokter ternyata memberi sebuah penjelasan bahwa paru-paruku nggak apa-apa
justru jantungku lah yang kemungkinan bermasalah
ukuran jantungku lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran jantung orang normal

aku pun akhirnya dirujuk ke dokter spesialis jantung
selama ini, aku nggak pernah merasa ada yang salah di tubuhku
tapi, vonis dokter benar-benar membuatku hatiku hancur seketika

jantungku cacat
dari lahir
jantungku cuma punya tiga ruangan
jantungku cuma punya satu serambi
dan jalan yang harus ditempuh adalah operasi

Tuhan,hatiku luluh lantak saat itu juga
air mata yang selama ini ku simpan dan nggak mau aku tunjukkan di depan ayahku akhirnya luruh juga
aku menangis saat itu
nggak peduli saat itu banyak orang berlalu lalang di depanku
melihatku dengan tatapan heran

aku nggak peduli saat itu
air mataku nggak bisa berhenti
Tuhan, cobaan apa lagi ini???
baru saja Kau panggil ibuku kembali padaMU
belum hilang kesedihan kami atas perginya ibu kami
tiba-tiba aku harus menerima kenyataan bahwa aku sakit

Tuhan, aku ngak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan ayahku saat itu
anak perempuannya sakit
dan ini bukan penyakit biasa

aku dan ayahku mencari kemungkinan lain di dokter yang berbeda
tapi dari tiga dokter yang sudah kami temui, semuanya berkesimpulan sama
operasi merupakan satu-satunya jalan

OPERASI!!!
kata-kata itu begitu menakutkan bagiku
nggak pernah aku bayangkan aku akan berhadapan dengan meja operasi
sulit sekali menerima kenyataan ini
hanya menangis dan berbicara dengan Tuhan lah yang bisa kulakukan agar aku lebih tenang

perlahan, keyakinan itu muncul
aku percaya Tuhan nggak memberi ujian di luar batas kemampuan umatNYA
Tuhan memilihku untuk melewati semua ini karena DIA tau aku kuat dan aku bisa menerima semua ini
dengan kekuatan yang diberikan Tuhan, aku pasti mampu melewatinya

Tuhan selalu bersamaku
22 tahun aku bisa bertahan hidup normal walaupun kata dokter dengan jantung yang cacat
dan aku yakin aku pasti sembuh
dan aku bisa segera meraih semua mimpi-mimpiku
meraih masa depanku
meraih cita dan cintaku

Tuhan selalu memberi keindahan di saat yang tepat
mungkin ini merupakan salah satu jalan untukku untuk bisa menjadi manusia yang kuat
yang tegar
yang dewasa
dan lebih tahan menerima semua gempuran dalam hidupku

aku pasti sembuh!!!
PASTI!!!
AMIN!!!


Minggu, 08 Mei 2011

SAYA DAN CINTA FITRI

hanya dengan melihat judulnya saja, mungkin anda yang melihat postingan saya ini akan mengatakan kalau ini sangat-sangat tidak penting.
tapi saya hanya mencoba untuk mengungkapkan apa yang sekarang saya rasakan
CINTA FITRI
mungkin sebagian dari anda banyak yang telah bosan dengan kata-kata ini
sinetron panjang yang alur ceritanya terasa semakin dibuat-buat
sinetron yang gak ada habisnya
sinetron yang membosankan

saya yakin banyak dari anda yang berpikiran seperti itu
seperti halnya orang-orang disekitar saya
tapi walaupun banyak orang mengatakan betapa membosankannya CINTA FITRI, toh saya tetap menjdai penonton setianya
kenapa????
entahlah...
saya hanya merasa sinetron ini berbeda dengan sinetron lainnya

apa bedanya???
bukan alur ceritanya hampir sama dengan yang lainnya???
pertanyaan itu pasti juga ada di benak anda semua..
yaaa...
mungkin memang sinetron ini memiliki alur yang hampir sama dengan yang lainnya
tentang cinta dan harta
tapi, entahlah mungkin chemistry dari para pemainnya lah yang membuat saya sangat terkesan dengan CINTA FITRI
chemistry yang ada di CINTA FITRI sangat berbeda dengan sinetron lain
sangat natural dan tidak terkesan dibuat-buat
ini bukan hanya chemistry bintang utamanya lho yang saya maksud
tapi semuanya

semua cast sinetron ini benar-benar menghayati peran yang mereka lakoni
dan saya sangat terkesan dengan peran seorang MISCHA
perempuan yang terobsesi untuk mendapatkan cintanya dengan melakukan segala cara

bukannya saya mendukung semua tindakan jahatnya
semangatnya lah yang saya sukai, bukan tindakannya
apalagi DINDA KANYA DEWI begitu apik alam memerankan tokoh MISCHA
saat dia masih jahat, semua orang begitu benci dengannya
dan di ending cerita, ketika MISCHA telah tobat dan mengakui semua kesalahannya, tidak sedikit orang yang dibuat menangis

tulisan saya ini bukan sesuatu yang dibuat-buat lho
saya tau semua itu dari sahabat-sahabat saya sesama peCINTA FITRI
sebagian besar dari mereka sangat menyukai peran DINDA di sini
walaupun sangat membenci MISCHA, tapi sebenarnya semuanya sangat menyayangi MISCHA

sekali lagi, mungkin ini memang suatu tulisan yang tidak begitu penting
tapi 4 tahun ini, malam-malam saya selalu ditemani oleh CINTA FITRI
walaupun teman-teman saya banyak yang mengejek saya, toh saya tetap setia menonton CINTA FITRI

dan malam ini CINTA FITRI berakhir
suatu ending yang perfect
mampu membuat saya menitikkan air mata
bukan hanya karena alur cerita yang membuat saya sangat terharu
tapi juga karena saya sedih CINTA FITRI tamat
tapi saya yakin ini lebih baik
semakin panjang, semakin banyak yang menghujat
dan semua crew yang ada di CINTA FITRI telah memberikan yang terbaik untuk semuanya

CONGRATZ CINTA FITRI!!!
PERFECT ENDING!!!
kita semua akan merindukanmu

Senin, 25 April 2011

SEMU

apa yang dilihat kadang memang hanya sesuatu yang semu
sesuatu yang dirasa baik-baik saja ternyata hanya sebuah kamuflase yang mengaburkan suatu kenyataan
dan apa yang terjadi??
ketika kenyataan itu harus terungkap
apa kita siap menerimanya???
dan kenyataan yang terjadi tak selalu menyenangkan
kadang sangat menyakitkan

apa yang kamu lakukan jika sesuatu yang kamu anggap biasa-biasa saja
justru berbalik menjadi sesuatu yang sangat mengerikan
menyakitkan
menyedihkan

menangis???
termenung???
diam???
atau apa????

apa yang kamu lakukan???/
dari apa yang telah terjadi
percayalah, kita harus tetap berhati-hati pada apappun
bahkan pada sesuatu yang terlihat sangat menyenangkan
jangan sampai terlena
itu hanya jebakan yang akan membuat kamu semakin tak siap menerima kenyataan

dan satu yang harus selalu kamu yakini
sesakit apapun kenyataan itu
Tuhan pasti selalu ada bersama kita
Tuhan-lah kekuatanmu
karena itu jangan pernah tinggalkan DIA

saat kau jatuh 
hanya dengan kekuatan dan kuasa Tuhan kau bisa kembali berdiri
yakinlah semua bisa teratasi
Tuhan ada dan akan selalu ada untuk kita