setahun yang lalu penantianku untuk bisa menyelesaikan studiku di perguruan tinggi akhirnya bisa terwujud
aku berhasil meraih gelar sarjana ekonomi dengan nilai yang cukup memuaskan
niatku saat itu, aku bisa cepet kerja dan gag lagi nyusahin orang tua
tapi, impian itu tertunda
sekitar dua bulan setelah aku lulus kuliah, ibuku pergi
itu merupakan pukulan yang cukup berat untukku dan seluruh keluargaku
terutama ayahku
ayahku yang selalu terlihat tegar jadi sering diam dan meneteskan air mata
perubahan itu membuatku berfikir bahwa aku nggak boleh terlihat sedih di depan ayahku
jika sampai ayahku melihatku menangis, dia pasti akan lebih sedih
sejak saat itu aku berusaha menguatkan hatiku agar tidak lagi meneteskan air mata di depan orang tua satu-satunya yang masih kumiliki
dan aku berhasil
perlahan, aku bisa semakin kuat
aku bisa menerima kenyataan itu
dan kepergian ibu telah mampu aku ikhlaskan
hanya doalah yang kini dibutuhkan ibu
bukan air mata,yang justru akan membuat ibu semakin sedih di sana
tapi ketegaranku luruh seketika di hari itu
hari dimana semua apa yang aku rencanakan di hidupku berubah
hari dimana aku harus menunda semua mimpi-mimpiku
awalnya aku bahagia karena saat itu aku telah diterima di sebuah perusahaan
semua persyaratan sudah aku penuhi
tapi semuanya nggak sesuai apa yang aku harapkan
di tes terakhir, tes kesehatan aku gagal
perusahaan tidak meloloskan aku menjadi salah satu pekerjanya
dan ketika aku tanya, perusahaan itu bilang ada yang nggak beres di paru-paruku
aku pun berinisiatif untuk memeriksakannya ke dokter
tapi, dokter ternyata memberi sebuah penjelasan bahwa paru-paruku nggak apa-apa
justru jantungku lah yang kemungkinan bermasalah
ukuran jantungku lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran jantung orang normal
aku pun akhirnya dirujuk ke dokter spesialis jantung
selama ini, aku nggak pernah merasa ada yang salah di tubuhku
tapi, vonis dokter benar-benar membuatku hatiku hancur seketika
jantungku cacat
dari lahir
jantungku cuma punya tiga ruangan
jantungku cuma punya satu serambi
dan jalan yang harus ditempuh adalah operasi
Tuhan,hatiku luluh lantak saat itu juga
air mata yang selama ini ku simpan dan nggak mau aku tunjukkan di depan ayahku akhirnya luruh juga
aku menangis saat itu
nggak peduli saat itu banyak orang berlalu lalang di depanku
melihatku dengan tatapan heran
aku nggak peduli saat itu
air mataku nggak bisa berhenti
Tuhan, cobaan apa lagi ini???
baru saja Kau panggil ibuku kembali padaMU
belum hilang kesedihan kami atas perginya ibu kami
tiba-tiba aku harus menerima kenyataan bahwa aku sakit
Tuhan, aku ngak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan ayahku saat itu
anak perempuannya sakit
dan ini bukan penyakit biasa
aku dan ayahku mencari kemungkinan lain di dokter yang berbeda
tapi dari tiga dokter yang sudah kami temui, semuanya berkesimpulan sama
operasi merupakan satu-satunya jalan
OPERASI!!!
kata-kata itu begitu menakutkan bagiku
nggak pernah aku bayangkan aku akan berhadapan dengan meja operasi
sulit sekali menerima kenyataan ini
hanya menangis dan berbicara dengan Tuhan lah yang bisa kulakukan agar aku lebih tenang
perlahan, keyakinan itu muncul
aku percaya Tuhan nggak memberi ujian di luar batas kemampuan umatNYA
Tuhan memilihku untuk melewati semua ini karena DIA tau aku kuat dan aku bisa menerima semua ini
dengan kekuatan yang diberikan Tuhan, aku pasti mampu melewatinya
Tuhan selalu bersamaku
22 tahun aku bisa bertahan hidup normal walaupun kata dokter dengan jantung yang cacat
dan aku yakin aku pasti sembuh
dan aku bisa segera meraih semua mimpi-mimpiku
meraih masa depanku
meraih cita dan cintaku
Tuhan selalu memberi keindahan di saat yang tepat
mungkin ini merupakan salah satu jalan untukku untuk bisa menjadi manusia yang kuat
yang tegar
yang dewasa
dan lebih tahan menerima semua gempuran dalam hidupku
aku pasti sembuh!!!
PASTI!!!
AMIN!!!