20
January 2013 00.42
Hatiku.....
Seringkali
aku tak mengerti arah tujuanmu...
Berulang
kali kau tersayat oleh luka yang terus menerus dihujamkan oleh
sekuntum mawar berduri pada jantungmu, namun pilihan yang kau ambil
hanyalah satu, yaitu 'bertahan'.
Kadang
aku heran, terbuat dari apa kamu?
Kau
selalu memilih untuk tersakiti, padahal kau tahu betapa perihnya luka
yang kau rasakan
Hatiku....
Aku
tahu, memang sulit untukmu menentukan arah yang sebenarnya kau tuju.
Aku
tahu kau telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyentuh
kebahagiaan.
Aku
tahu kau telah berulang kali mencoba berpaling dan menghindari duri
yang sewaktu-waktu bisa menyayatmu lagi.
Dan
aku pun tahu usaha kerasmu dalam mencoba membuka pintumu, agar ada
hawa lain yang bisa merasuk ke dalam sukmamu.
Hatiku....
Dan
lagi-lagi aku belum juga bisa mengerti.
Disaat
kau telah membuat satu keputusan untuk pergi meninggalkan mawar
berduri itu, mengapa selalu saja ada yang seperti mengingatkanmu
untuk jangan pernah meninggalkan mawar itu.
Aku
tahu, mawar itu memang indah.
Tapi,
dia tetap saja berduri.
Dan
duri itu bisa kapan saja menggoreskan luka baru dalam tubuhmu.
Hatiku......
Aku
ingin lebih menyayangimu.
Karena
itulah aku ingin kamu pergi menjauh dari mawar itu.
Aku
tak ingin kamu terluka lagi.
Tak
sadarkah kamu sudah terlalu banyak bekas luka yang tergores di
tubuhmu?
Dan
beberapa dari luka itu, ku lihat masih ada yang menganga.
Luka
itu masih membawa rasa perih ke dalam tubuhmu.
Hatiku.....
Aku
tahu kamu kuat, tegar dan tak mudah menjadi layu.
Namun,
aku mohon, berhentilah bersentuhan dengan mawar itu.
Mawar
itu memang indah,
Namun,
aku tak tega melihatmu selalu mengaharapkan mawar itu menjadi mekar
dan meruntuhkan semua durinya.
Mawar
itu memang pasti akan mekar suatu saat nanti.
Tapi,
apa kau akan menghabiskan waktumu hanya untuk menunggunya mekar
untukmu?
Ingatlah
hatiku, walaupun dia mekar suatu saat nanti, belum tentu dia mau
memberikan madunya untukmu.
Hatiku....
Lihatlah
sekelilingmu....
Di
sekitarmu, di sampingmu, begitu banyak bunga yang siap untuk
bermekaran tanpa harus memberikan durinya untukmu.
Lihatlah
melati disana.
Dia
begitu putih, bersih, murni dan suci.
Seperti
itulah seharusnya kau bisa mendapatkan kebahagiaanmu.
Hatiku....
Melati
itu menunggu untuk bisa kau ambil madunya
Buka
pintumu, agar madunya bisa mengalir dan memenuhi seluruh jiwamu
Hiruplah
aromanya, kau pasti bisa merasakan wanginya lebih tulus bila
dibandingkan dengan wangi yang kau rasakan dari sang mawar.
Itulah
cinta sejatimu, hatiku...
Jangan
biarkan pintumu tertutup terus menerus.
Agar
kau bisa melihat bahwa disana begitu banyak melati yang lebih indah,
lebih tulus dan lebih suci, yang menunggu untuk bisa mengetuk dan
memasuki pintumu
Dan
di balik pintu itu, kalian akan menemukan sinar kesejatian dalam asa
dan masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar