akhirnya aku bisa bernafas lega
salah satu fase terberat dalam hidupku akhirnya bisa ku lalui
hanya syukur yang teramat besar yang bisa kupanjatkan atas anugerah yang diberikan Tuhan padaku
operasi itu...
operasi yang mempertaruhkan nyawaku itu akhirnya bisa kulalui
Tuhan, begitu sayangnya Engkau kepadaku
tanpa kekuatanmu, aku nggak mungkin bisa melalui semua ini
aku bersyukur Ya Allah..
Engkau memberiku kesempatan di saat aku harus berhadapan dengan maut yang sempat ku pikir telah dekat
aku ingat Ya Allah ketika pertama kali aku harus menerima kenyataan bahwa ada kelainan di dalam tubuhku yang selalu 22 tahun ku anggap normal
waktu itu, semangatku baru saja kembali setelah aku sempat terpukul dengan kepergian ibu yang sangat tiba-tiba
aku begitu bersemangat untuk segera bisa mendapat pekerjaan agar aku nggak lagi bergantung pada orang tua
tapi, semua semangat itu hilang seketika ketika tiba-tiba vonis dokter itu datang
"jantung kamu cacat.."
"jika diibaratkan bibir, jantung kamu itu sumbing"
"jantung kamu cuma punya tiga ruangan"
"nggak ada sekat antara serambi kanan dan serambi kiri"
"jalan satu-satunya hanya dengan operasi"
Tuhan, cobaan apalagi ini???
belum hilang kesedihanku karena Kau telah memanggil ibuku
kenapa sekarang aku harus menerima kabar buruk lagi???
berhari-hari aku hanya diam
memikirkan vonis itu
berbagai pikiran buruk dan ketakutan muncul silih berganti di pikiranku
bagaimana kalau ternyata penyakit ini sudah parah???
bagaimana kalau operasinya gagal???
dan sederet pertanyaan menakutkan lainnya
satu-satunya yang bisa kulakukan saat itu hanyalah memperbanyak pembicaraanku dengan Tuhan
aku berkeluh kesah setiap hari
aku menangis sepanjang percakapanku dengan Tuhan
aku mengeluh, bertanya, memohon dan berharap padaNYA
ku minta jalan terbaik untuk semuanya
ku minta kekuatan atas apa yang terjadi di hidupku waktu itu
dan Tuhan Maha Baik..
sedikit demi sedikit aku semakin kuat
aku mulai bisa menerima kenyataan itu
aku yakin memang inilah jalanku
jalan yang terbaik yang harus ku lalui
Tuhan telah memilih waktu yang tepat untuk memberitahuku tentang apa yang terjadi di dalam tubuhku
jika aku tahu semua ini sebelumnya, mungkin aku nggak akan bisa sekuat sekarang
dan jika penyakit ini diketahui ketika ibu masih ada, aku nggak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan ibu
perlahan, aku mulai bisa menerima semua itu
namun, ternyata kekuatanku memang benar-benar diuji waktu itu
aku berinisiatif untuk mencari kemungkinan lain di dokter yang lain
aku berharap, vonis itu salah
tapi, di dokter yang kedua ini justru aku kembali diuji
dokter kedua ini bilang:
“ya..memang harus di operasi”
“tapi itu pun kalo masih bisa dioperasi ya”
Tuhan, haruskah ku terima kenyataan yang lebih pahit lagi???
kembali aku ke titik terendah kekuatanku setelah mendengar kata-kata dokter itu
dan pelarianku hanya satu “Berbicara Dengan Tuhan”
Alhamdulillah, semakin sering aku bicara dengan Tuhan, kekuatanku semakin bertambah
hingga suatu hari, salah satu kerabat menyarankan aku untuk berkonsultasi dengan dokter lain
katanya, dokter itu dokter terbaik di Jawa Timur
aku dating menemui dokter dengan membawa sedikit harapan
semoga ada hasil yang menggembirakan
dokter yang ketiga ini sangat baik
sangat berhati-hati menyampaikan penyakitku padaku
dan katanya aku memang harus operasi
lubang di jantungku memang sudah lebar, yang mengakibatkan tekanan di paru-paruku meningkat tajam
tapi, semua itu masih bisa disembuhkan
dan kemungkinan keberhasilannya lebih dari 90 %
Alhamdulillah….
aku sedikit lega
paling tidak, ada secercah harapan disana
dokter itu pun langsung menjadwalkan operasi “katerisasi” untuk menjaga kestabilan jantungku
untuk menjaga agar tekanan di paru-paruku tidak lagi bertambah
aku takut bukan main menghadapai “katerisasi” itu
aku menangis hebat ketika memasuki ruangan operasi
namun, entah mengapa ketika “katerisasi” akan dimulai tangisku berhenti walaupun aku hanya memakai bius lokal
selama operasi, aku tak henti-hentinya menyebut nama Allah, memohon kelancaran dan kekuatan
katerisasi itu berjalan kurang lebih selama 2 jam
dan ketika dokter bilang bahwa katerisasi telah selesai, lagi-lagi aku menangis
aku sangat bersyukur Tuhan telah memberiku kekuatan dan kelancaran
setelah katerisasi itu selesai, fokus kami sekeluarga berganti pada bagaimana mempersiapkan segala sesuatu untuk operasi yang sesungguhnya
operasi ini akan memakan dana yang nggak sedikit
dokter memberikan nominal 100 juta untuk operasi ini atau bahkan lebih
Tuhan, dari mana kami dapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat???
umur dari katerisasi ini hanya enam bulan
sebelum enam bulan, operasi itu harus sudah dilakukan
dan kembali aku bersyukur atas kebesaran Tuhan
ayahku, kakak-kakakku, semuanya berusaha keras untuk mendapatkan uang yang nggak sedikit itu
semuanya pontang-panting mencari peluang untuk mendapatkan uang
Tuhan, Engkau Maha Baik
telah Kau berikan keluarga yang begitu menyayangiku
aku hanya bisa menangis dalam hati
aku berjanji, aku harus cepat sembuh
biar aku bisa segera dapat pekerjaan dan membantu mereka untuk mengembalikan uang-uang yang telah mereka pinjam untuk kesembuhanku
aku selalu berdoa
Tuhan, jangan jadikan perjuangan seluruh keluargaku ini menjadi sia-sia
izinkan aku untuk membalas semua kebaikan dan kerja keras mereka setelah aku sembuh nanti
itu doa yang hampr tiap hari aku minta padaNYA
dan akhirnya hari itu pun tiba
23 Juli 2011 nggak akan pernah aku lupakan seumur hidupku
di tanggal itulah dokter menentukan kapan aku harus dioperasi
takut…
itu perasaan yang nggak bisa aku bohongi
namun, aku hanya bisa memasrahkan semuanya pada Tuhan
aku pasrah, dan aku memohon ketenangan hati agar aku bisa lebih tenang menghadapi hari itu
rupanya Tuhan kembali mengabulkan doaku
malam sebelum aku operasi, entah apa yang terjadi, aku sangat tenang
rasa takut itu memang masih ada
tapi, ketenangan perasaanku saat itu sangat diluar dugaanku
malam sebelum operasi itu pun, aku bisa tidur nyenyak
esoknya…
jam 7 pagi aku dipersiapkan menghadapi operasi di ruang ICU
ruang ICU memiliki kenangan tersendiri untukku
walaupun di rumah sakit yang berbeda, tapi di ruang ICU lah terakhir kalinya aku berbicara pada ibuku sebelum dia pergi
aku menangis…
takut…
gelisah…
dan semuanya..
bercampur jadi Saturday
jam 8 seluruh keluargaku dipanggil untuk berdoa bersama-sama
lagi-lagi aku menangis
ayah dan kakak-kakakku mencium keningku satu per Satu
aku janji, aku harus berjuang
demi mereka
demi ayahku
demi kakak-kakak dan adikku
dan demi ibuku di surga
setelah itu, aku nggak ingat apa-apa
sepertinya obat bius itu sudah mulai bekerja
aku tertidur
mataku terbuka karena mendengar suara para dokter membangunkanku
ku lihat mereka satu per satu
sempat ku lihat jam, waktu sudah menunjukkan jam 4 sore
Tuhan, ternyata sudah lama aku tertidur
kesadaranku belum pulih sepenuhnya
yang kulihat hanyalah tubuhku yang dipenuhi dengan selang-selang, entah untuk apa itu
dan aku kembali tertidur
aku sadar sepenuhnya tepat pukul 12 malam
kepalaku berputar
badanku seperti remuk
aku menangis, lagi
ku lihat begitu banyak alat-alat bantu kedokteran di sekitarku
perawat menyuruhku tidur lagi
tapi sejak aku mendapatkan kesadaranku sepenuhnya, aku tak bisa tidur nyenyak
dan aku selalu menangis ketika ku lihat keluargaku dating
hanya menangis
antara lega dan besyukur
hanya air mata yang bisa melukiskan perasaanku saat itu
syukurlah, semua alat-alat kedokteran yang menakutkan itu akhirnya dilepas dari tubuhku
di hari kedua setelah operasi, hanya infus dan alat untuk melihat kadar oksigen di darah yang masih aku pakai
dan di hari ke-empat pasca operasi, aku dipindahkan di ruang perawatan
perkembanganku sangat bagus
di hari kelima aku sudah dilatih berjalan
kemudian bertahap menuruni tangga
kata dokter, aku kuat dan perkembanganku sangat pesat
di hari ke sepuluh pasca operasi akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit
sungguh aku bersyukur atas semua anugerah ini
rasanya, aku seperti mendapatkan kesempatan hidup yang kedua
Tuhan sangat menyayangiku
Tuhan Maha Baik
Tuhan telah memberiku kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi semua ini
dan sekarang, hamper satu bulan setelah operasi itu
keadaanku sudah sangat lebih baik
dan tak henti-hentinya aku bersyukur
semua yang ku alami mengajarkan aku berbagai hal
dengan lebih dekat dengan Tuhan, aku bisa lebih kuat dan dewasa menghadapi kenyataan yang nggak mudah ini
dengan selalu berfikir positif, kan selalu ada hasil yang baik
dengan selalu percaya dan yakin, aku pasti bisa melewati semua ini
dan ini semua mengajarkan aku untuk lebih menghargai hidup
mengajarkan aku untuk menjadi menusia yang lebih dewasa
dan tentunya, lebih dekat dengan Tuhan
teman, percayalah Tuhan selalu ada bersama kita
Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk kita
percayalah, Tuhan telah merencanakan sesuatu yang indah untuk hidup kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar